10 Fakta Unik Tentang Unta Yang Perlu Kamu Tahu


Kalian tentu sudah tahu bahwa unta adalah binatang yang hidup di Padang pasir yang amat panas dan tandus. Bagaimana unta bisa hidup di Padang pasir yang panas dan tandus?

Tentu saja, sistem hidup unta telah terbentuk sedemikian rupa yang memungkinkan mereka bisa hidup dengan baik di tempat yang kering dan panas.

Struktur tubuh unta tidak terpengaruh oleh kondisi alam paling keras sekalipun. Tubuh unta juga memiliki beberapa keistimewaan yang memungkinkan unta bertahan hidup berhari-hari tanpa air dan makanan.

Dan mampu mengangkut beban ratusan kilogram selama berhari-hari. Berikut ini beberapa sifat tangguh unta yang menakjubkan:

1. Kepala Terlindung Dari Pasir

Bulu  mata unta memiliki sistem pengaitan. Dalam keadaan bahaya, Bulu ini secara otomatis menutup. Bulu mata yang saling berkait ini mencegah masuknya partikel debu ke mata.

Hidung dan telinga ditutupi oleh bulu panjang agar terlindungi dari debu dan pasir. Lehernya yang panjang memungkinkan hewan ini mencapai dan memakan dedaunan yang berada pada ketinggian sekitar 3 meter dari permukaan tanah.

2. Kaki Yang Cocok Dengan Semua Jenis Tanah

Kaki unta memiliki 2 jari kaki yang dihubungkan dengan bantalan elastis. Struktur ini, yang memungkinkan unta mencengkeram tanah dengan erat, terdiri dari 4 bola berlemak. Ini sangat cocok untuk berbagai jenis kondisi tanah.

3. Kuku Melindungi Kaki Dari Kemungkinan Rusak Akibat Benturan

Lutut unta tertutup kapalan yang terbentuk dari kulit keras dan setebal tanduk. Ketika hewan ini berbaring di pasir yang panas, struktur berjalan ini melindunginya dari luka akibat permukaan tanah yang sangat panas.

4. Punuk Unta Sebagai Simpanan Makanan

Punuk unta, yang berupa gundukan lemak, menyediakan sari makanan bagi hewan ini secara berkala ketika ia mengalami kesulitan makanan dan kelaparan.

Dengan sistem ini, unta dapat hidup hingga tiga pekan tanpa air. Selama masa ini unta, kehilangan 33% berat badannya.
Dalam kondisi yang sama, seorang manusia akan kehilangan 8% berat badannya dan meninggal dalam waktu 36 jam serta kehilangan seluruh air dari tubuhnya.

5. Bulu Tebal Yang Menyekat Panas

Bulu tebal ini terdiri atas rambut yang tebal dan kusut, yang tidak hanya melindungi tubuhnya dari kondisi cuaca dingin maupun panas, tetapi juga mengurangi kehilangan air dari tubuh.

Unta Dromedari dapat memperlambat penguapan air dengan meningkatkan suhu tubuhnya sampai 41°C. Dengan cara ini, ia mencegah kehilangan air.

Dengan bulu tebalnya unta dapat bertahan hidup dengan suhu hingga 50°C di musim panas dan hingga -50°C di musim dingin.

6. Daya Tahan Luar Biasa Dari Lapar Dan Haus

Unta dapat bertahan hidup tanpa makanan dan air selama delapan hari pada suhu 50°C. Pada saat seperti itu, ia akan kehilangan 22% dari keseluruhan berat badannya.

Sementara, saat manusia akan sekarat jika kehilangan air setara dengan 12% berat badannya, maka seekor unta kurus dapat bertahan hidup walaupun kehilangan air dengan 40% keseluruhan berat badannya.

Penyebab lain kemampuannya bertahan terhadap haus adalah adanya mekanisme yang memungkinkan unta meningkatkan suhu tubuh dalamnya hingga 41°C.

Dengan demikian, ia mampu meminimalkan kehilangan air dalam iklim panas yang ekstrim di gurun pasir pada siang hari. Unta juga mampu mengurangi suhu tubuh dalamnya hingga 30°C pada malam yang dingin di Padang pasir.

7. Unit Penggunaan Air Yang Baik

Unta mampu mengonsumsi air hingga 30 liter yaitu sekitar sepertiga dari berat badannya dalam waktu  10 menit. Di samping itu, unta memiliki struktur selaput lendir dalam hidungnya.

Selaput lendirnya seratus kali lebih besar dari pada yang ada pada manusia. Dengan selaput lendir hidungnya yang besar dan melengkung, unta mampu menyerap 66% kelembaban yang ada di udara.

8. Pemanfaatan Maksimal Air

Sebagian besar binatang mati keracunan ketika urea yang tertimbun dalam ginjal berdisfusi ke dalam darah. Akan tetapi, unta menggunakan air dan makanan secara maksimal dengan melewatkan urea ini berkali-kali melalui hati.

Struktur darah dan sel unta dikhususkan untuk membuat hewan ini hidup lama tanpa air di tengah Padang pasir.

Dinding sel hewan ini memiliki struktur khusus yang mampu mencegah kehilangan air secara berlebihan. Di samping itu, komposisi darah mencegah terjadinya pelambatan peredaran darah.

Bahkan ketika jumlah air di dalam tubuh unta berkurang hingga batas minimum. Selain itu, dalam darah unta terdapat lebih banyak enzim albumin, yang memperkuat terhadap haus, dibandingkan dalam darah makhluk hidup lain.

Punuk adalah pendukung lain bagi unta. Seperti lima dari seluruh berat badan unta tersimpan dalam bentuk lemak pada punuknya.

Penyimpanan lemak tubuh hanya pada satu bagian tubuh mencegah pengeluaran air dari seluruh tubuhnya yang berkaitan dengan lemak. Ini memungkinkan unta menggunakan air secara minimum.

Walau mampu mengonsumsi 30-50 kg makanan dalam sehari, dalam kondisi yang keras, unta mampu bertahan hidup hingga sebulan hanya dengan 2 kg rumput sehari.

Unta memiliki bibir yang sangat kuat dan mirip karet, yang memungkinkannya memakan duri yang cukup tajam untuk menusuk kulit tebal.

Di samping itu, unta memiliki lambung berbilik empat dan sistem pencernaan yang sangat kuat, yang mampu mencerna apa pun yang ia makan.

Ia bahkan mampu memakan buah-buahan, seperti karet India, yang tidak dapat dianggap sebagai makanan. Sungguh jelas bagaimana pentingnya kualitas ini pada iklim yang sedemikian kering.

9. Perlindungan Terhadap Kondisi Cuaca Yang Terik Dan Membekukan

Bulu tebal yang tidak tertembus pada tubuh unta mencegah matahari Padang pasir yang terik mencapai kulitnya. Bulu ini juga menghangatkan unta dalam kondisi cuaca yang membekukan.

Unta Padang pasir tidak terpengaruh oleh suhu setinggi 50°C, dan unta Bakteria yang berpunuk dua mampu bertahan hidup pada suhu hingga serendah -50°C.

Unta jenis ini mampu bertahan hidup bahkan pada lembah dataran tinggi, hingga setinggi 4000 m diatas permukaan laut.

10. Perlindungan Terhadap Pasir Yang Membakar

Kaki unta, yang terlalu besar bagi tungkainya, secara khusus didesain dan diperlebar untuk membantunya berjalan diatas pasir tanpa terperosok.

Kaki ini memiliki telapak yang luas dan menggembung. Selain itu, kulit tebal khusus dibawah telapak kaki merupakan perlindungan terhadap pasir yang membakar.

Fakta-fakta seperti yang telah dijelaskan tersebut sungguh begitu unik dan menakjubkan. Semoga bermanfaat!

0 Komentar